Pakubuwana XIV Dilantik, Ini Tanggapan Pakasa Malang

Sabtu, 22 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakubuwana XIV dan Ketua Pasaka Malang.

Pakubuwana XIV dan Ketua Pasaka Malang.

MALANG, khyisidoarjo.com Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, atau Gusti Purbaya, resmi dilantik sebagai Raja Keraton Surakarta dengan gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwana XIV. Prosesi adat Jumenengan Dalem Nata Binayangkare itu digelar pada Sabtu (15/11), menyusul wafatnya Pakubuwana XIII beberapa waktu lalu.

Upacara sakral berlangsung di Bangsal Manguntur Tangkil, Kompleks Siti Hinggil Keraton Surakarta Hadiningrat. Di hadapan para sentana dalem dan abdi dalem, Gusti Purbaya mengucapkan sumpah jabatan sebagai raja.

“Saya menjabat sebagai Sri Susuhunan di Keraton Surakarta Hadiningrat dengan sebutan Sampeyan Dalem Ingkang Susuhunan Kanjeng Susuhunan Senopati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama kang Jumeneng Kaping 14.” ucap Gusti Purbaya dalam sumpah jabatan.

Baca Juga:  Presiden Direktur KHYI Dwi Indrotito Cahyono, Sebet Penghargaan Radar Malang Awards 2025

Sementara, Pakar Budaya Malang Ketua Pakasa Malang Raya, KRA Dwi Indrotito Pradoto Adiningrat, S.H., M.M., menilai penobatan Gusti Purbaya menyisakan masalah mendasar.

“LDA yang mengesahkan dan melantik Sinuwun PB XIV, yaitu KGPH Hangabehi, telah berpegang pada paugeran Keraton Surakarta. Penetapan tersebut sesuai adat, karena beliau putra tertua dari istri kedua almarhum PB XIII. Proses itu juga disaksikan keluarga inti PB XII dan PB XIII,” ujarnya.

Menurutnya, prosesi tersebut masuk dalam polemik internal Keraton Surakarta dan berpotensi menimbulkan konflik hukum serta penyimpangan terhadap paugeran keraton.

Baca Juga:  HUT Sam Tito ke 49 dan Anniversary KHYI ke 20, Digelar Di Malang

KRA Dwi Indrotito menjelaskan bahwa LDA memegang putusan Mahkamah Agung RI yang menyatakan PB XIII mengalami sakit permanen dan sekaligus menegaskan status permaisuri. Dengan dasar itu, keabsahan status putra mahkota Gusti Purbaya dinilai masih diragukan.

“LDA yang mengesahkan dan melantik Sinuwun PB XIV, yaitu KGPH Hangabehi, telah berpegang pada paugeran Keraton Surakarta. Penetapan tersebut sesuai adat, karena beliau putra tertua dari istri kedua almarhum PB XIII. Proses itu juga disaksikan keluarga inti PB XII dan PB XIII,” ujarnya.

Terlebih lagi sebagai budayawan Jawa. Ia menegaskan bahwa urusan penobatan raja bukan perkara sederhana.

Baca Juga:  Presdir KHYI, Sam Tito Kembali Terima Penghargaan The People’s Hub Award – Legal Protection Assistance Sector oleh Times Indonesia

“Ini perkara sakral adat Jawa di Keraton Surakarta Hadiningrat. Becik ketitik, olo ketoro, ada aturan dalam tatanan,” tegas KRA Dwi Indrotito Pradoto Adiningrat, S.H., M.M., di kantor sekretariat Pakasa Malang , Jawa Timur.

Seperti diketahui, ada tiga janji atau komitmen kepemimpinan Raja baru. Yakni sabdanya, SISKS Pakubuwana XIV utama diantaranya:

1. Menjalankan kepemimpinan berdasarkan syariat Islam dan paugeran Keraton Surakarta secara adil.

2. Mendukung dan menjaga NKRI lahir maupun batin.

3. Melestarikan budaya Jawa, khususnya warisan Dinasti Mataram dan para raja Surakarta terdahulu.(Red)

Catatan

Artikel ini sudah terbit di Yustitia Media

Penulis : Dedik

Editor : Hari

Berita Terkait

Presdir KHYI, Sam Tito Kembali Terima Penghargaan The People’s Hub Award – Legal Protection Assistance Sector oleh Times Indonesia
Presiden Direktur KHYI Dwi Indrotito Cahyono, Sebet Penghargaan Radar Malang Awards 2025
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 28 November 2025 - 11:03

Presdir KHYI, Sam Tito Kembali Terima Penghargaan The People’s Hub Award – Legal Protection Assistance Sector oleh Times Indonesia

Kamis, 27 November 2025 - 01:03

Presiden Direktur KHYI Dwi Indrotito Cahyono, Sebet Penghargaan Radar Malang Awards 2025

Sabtu, 22 November 2025 - 22:39

Pakubuwana XIV Dilantik, Ini Tanggapan Pakasa Malang

Berita Terbaru